Tari Tandak dan Vera Di Manggarai Timur

Oleh : Pariwisataboy

Tari Danding ( Tandak ) ;

Persatuan pelajar Manggarai di Jogja
Danding adalah Sebuah Tarian serta Nyayian dalam bentuk Pantun dari kelompok Pria, dan kelompok Wanita yang menjawabnya ataupun sebaliknya. Lagu atau Danding ini sebuah tanya jawab apa yang terjadi di bumi ini dalam kehidupan sehari-harinya. Pelaksanaannya pada malam hari, dimana peserta Tandak membentuk sebuah linggkaran dan saling berpegangan pundak atau berpelukan dan berjalan sambil mengangkat kaki dan menghentakan kaki ke tanah yang di ketuai oleh seorang yang namanya; "Kepala Nggejang" dari bahasa daerah setempat atau pemberi Irama gerakan dari lagu atau nyanyian tersebut dan berdiri di tengah lingkaran dengan membunyikan alat Giring-giring dari bahan besi atau perak campur perunggu.


Tarian ini bertujuan agar Pemuda dan Pemudi saling mempunyai kesempatan untuk saling berpandangan dan kadang-kadang berakhir dengan jatuh cinta. Intinya Tarian ini dibuat sebagai tempat pertemuan antara Pemuda dan Pemudi dari berlainan kampung pada malam hari. Pada saat acara ini berlangsung semua bebas memilih pasangan dan tidak ada yang melarangnya selama pertemuan pemuda-pemudi berjalan aman,asal jangan melakukan pemerkosaan.

Banyak Wanita yang lari ikut Pria pada acara ini dan bersatu menjadi Suami Istri jika keluarganya merestui pernikahan anaknya. Ada juga yang tidak, jika masih ada hubungan keluarga atau sejarah nenek moyangnya sama. Dan yang hadir pada acara ini dari Anak kecil sampai orang dewasa dari beberapa kecamatan yang ada di manggarai timur. Acara ini diadakan setiap selesai panen yaitu pada bulan Juli-oktober setiap tahunnya.

Vera dance ( Tari vera ) :



Vera adalah sebuah Tarian yang sangat Tua dari beberapa abad yang lalu, yang pelaksanaannya bisa pada malam hari ataupun pada siang hari di bulan yang sama. Jenis Tarian seperti ini banyak diminati oleh wanita yang telah bersuami, saling berpegangan tangan dan membentuk baris memanjang, bernyanyi sambil menari dengan memgangkat kaki satu sebatas pinggang. Dan yang Pria membentuk barisan sendiri dengan irama yang sama dan lagunya’pun menceritakan tentang nenek moyang yang telah lama meninggal atau cerita-cerita pada zaman dahulu kala dalam bahasa Rongga atau bahasa daerah setempat.

Gerakannya sangat jauh berbeda dengan Tari Tandak, Vera menarinya seperti bermain tarik-tarikan kekiri dan kekanan mengikuti irama lagu, Begitu pula dalam menyanyikan sebuah lagu, kedengarannya lebih merdu dan bersahaja jika dibandingkan dengan lagu atau nyanyian tandak.Tradisi ini hanya dilaksanakan jika ada peringatan kematian Nenek atau orang-orang yang di anggap sabagai ketua Adat pada masa kejayaannya.

Kampung-kampung yang memiliki Tradisi Vera di Manggarai timur yaitu; Kampung Wolomboro, Kampung Bamo atau Mbero, Kampung Pandoa, Kampung Sere dekat Kisol dan Kampung Nangarawa. Selain kampung yang ada diatas tidak ada yang melakukan tarian Vera, tapi pada umumnya Masyarakat yang tinggal di lingkungan manggarai atau Flores barat mengenal jenis tarian ini. Sedangkan tari Danding ( tandak ) dapat kita jumpa disetiap kampung di Manggarai flores barat bila ada acara tari Caci.


Warning!
Bagi yang ingin meng-copy paste tulisan ini, tolong jangan merubah asal-usul dari Tarian ini. Karena ulasan singkat dari kedua jenis tarian diatas berasal dari Manggarai Flores Barat - Nusa Tenggara Timur. Salam Damai selalu dihati dan senantiasa sukses selalu didalam berkarya.

Salam Pariwisata.
Pariwisataboy. Frankfurt am Main. Germany.